twitter


Mah, what should i do?
aku tidak mengerti semua jalan cerita hidup ini, kenapa aku begitu tidak bisa mengendalikan semua perasaan ini padanya? kenapa harus dia? dan kenapa harus aku yang merasakaanya?
aku merasa sebagian dari hidupku pergi bersamanya, aku tidak bisa menanggung semua ini, terasa lelah dan menyakitkan sekali mah terlebih mengingat kenyataan bahwa dia satu-satunya orang yang tidak bisa aku dapatkan?
kenapa kenyataan itu terlalu menyakitkan? ketika dunia melambungkanku setinggi langit, kala itu juga dunia menjatuhkanku dengan keras. dia satu-satunya orang yang aku cintai saat ini, tapi dia juga satu-satunya orang yang tidak bisa aku dapatkan.
biarkan aku menangis malam ini mah, untuk yang pertama dan terakhir kalinya karena dia. aku janji besok aku akan kembali seperti sedia kala, tersenyum dan tertawa seperti sebelum aku mengenal dia.
aku akan melupakan semuanya, perkenalanku dengannya, cerita-cerita nya dan perasaanku padanya. aku akan mengubur semuanya dihatiku yang paling dalam hingga waktu yang akan menghilangkan semuanya tentang aku dan dia.
Jaga dia ya Allah, berikan kebahagiaan disetiap langkahnya dan desetiap nafas yang ia hembuskan.
Terimakasih dan Maaf, terimakasih telah hadir sejenak dalam hidupku dan menjadi moodbooster untuk ku maaf karena aku telah menaruh rasa yang tidak seharusnya padamu, maafkan aku moodbooster. selamat tinggal :)


Malam ini 30 Agustus 2014 inilah pertama kalinya aku mengenal dia, seseorang yang membuatku tertawa dan tersenyum tanpa sebab sekaligus membuatku merasa takut. inilah kali pertama aku merasakan hal seperti ini bahkan sebelum aku bertemu dengannya.
Mah, maafkan aku jika aku menaruh rasa padanya, pada seseorang yang bukan menjadi hak ku. pada seseorang yang sudah menetapkan hatinya bukan untukku dan pada seseorang yang bahkan tidak mungkin aku dapatkan.
Mah, aku masih menggantungkan harap padanya, harapan suatu masa kita dapat bertemu di waktu yang tepat, di keadaan yang tepat dan dihati yang tepat, ketika ia mengharapkan aku untuk memiliki cintanya dan ketika dia bisa menerima cintaku padanya.
tapi untuk saat ini yang terpenting adalah kebahagiaannya mah, aku tidak menginginkan apa-apa kecuali kebahagiaannya, yang akan aku lakukan saat hanyalah menjadi temannya dan pembaca setia dari tulisan-tulisannya biarkan semuanya menjadi kenangan yang ku sembunyikan didalam hatiku.

Dear my moodbooster
terimakasih untuk hadir sejenak dalam hidupku, telah memberiku kebahagiaan dan senyuman meski hanya sesaat. kau tau? kalimatmu lah yang pertama kali berhasil membuatku untuk melihatmu dan mengenalmu lebih jauh. aku akan selalu menjadi pembaca setia dari kalimatmu, kalimat yang berasal dari hatimu, aku akan selalu membacanya. setelah aku membaca catatan2 itu, sekilas aku mulai mengenalmu, kau yang paham sekali tentang arah jalan sedangkan aku yang buta sekali dengan arah.
hai moodbooster izinkan aku untuk mengenalmu lebih dalam dari tulisanmu, biarkan aku untuk terus membacanya karena hanya dengan cara ini aku bisa mengutarakan rasaku padamu. moodbooster aku ingin sekali melihatmu di pementasan teater untuk yang pertama dan terakhir kalinya agar aku bisa mengenangmu dalam kebahagiaan dan saat itu, aku rela untuk melepasmu dan membiarkanmu bahagia dengan orang lain. 
ini kali pertamanya aku menyukai seseorang yang bahkan belum sempat bertemu dengannya, ini pertama kalinya hatiku merasa sedih dan bahagia karena seseorang yang baru aku kenal dalam satu hari. mungkin ini jalan Allah untuk membuatku lebih mengerti arti mencintai dan mengendalikan rasa itu. terimakasih moodbooster :)

Untuk seseorang yang mencintaiku,
Maafkan aku. maafkan aku karena sampai sekarang aku belum bisa membalas rasa yang kau berikan padaku selama ini, maafkan aku yang justru menyukai seseorang yang baru aku kenal dibandingkan kau yang sudah lama mengenalku. sungguh, semua rasa ini diluar kemauanku. Maaf dan terimakasih, hanya kata itu yang bisa aku sampaikan padamu, semoga kau bisa menemukan seseorang yang lebih baik dariku.

Duhai Allah Sang Pemilik Hati, 
Kini kuserahkan kembali semua rasa ini padamu, tak mungkin lagi kuperjuangkan sesuatu yang sudah jadi milik orang lain, bukan hak ku. Kini hanya bisa mendoakan dari jauh. semoga selalu sehat, dimurahkan rezeki dan diberikan kebahagiaan. setidaknya sudah pernah mengenalnya sudah lebih dari cukup. Temani hatiku dengan keikhlasan ya Allah.. jika berjodoh dia kan kembali. jika tidak biarlah jadi kenangan indah dan pembelajaran dalam hidup ini.