twitter


 Sepenggal kisah tentang dia yang memberikan warna dalam perjalanan hidupku.. 

Cinta, sayang, kagum, simpati atau hanya kebahagiaan sesaat? Entahlah, perasaan seperti apa yang aku rasakan kepadanya saat ini dan sedalam apa perasaanku padanya, aku juga benar benar tidak benar benar tau tentang semua ini. Tetapi ada satu hal yang aku tau, dia salah satu sosok yang aku rindukan, sosok yang aku harapkan bisa menariku dari ikatan kotak pandora yang selama ini aku jalani dan sosok yang rasanya aku ingin selalu berdiri disampingnya, berjalan atau bahkan berlari bersama untuk mencapai satu titik kebahagiaan..

Tapi apa kalian tau? Dibalik harapan harapan yang selama ini aku gantungkan, dibalik khayalan khayalan kebahagiaan yang selama ini aku impikan, dia menjadi salah satu sosok yang benar benar tidak bisa aku dapatkan, sosok yang seharusnya aku jauhi sejauh mungkin karena aku tidak memiliki hak sedikitpun untuk bisa bersamanya.. 

Lalu, apa aku menyesal dengan perasaan ini? Tidak sama sekali.. karena ini bukan tentang sebuah penyesalan tapi tentang sebuah pengendalian rasa.. perasaan yang memang seharusnya tidak ada dan perasaan yang memang tidak diperbolehkan. Lalu bagaimana caranya aku mengendalikan perasaan ini ketika aku sudah jatuh sangat dalam.. 


 Mungkin ini tentang kisahku atau sebagian kisah dari hidup kalian..

apa itu pernikahan dan bagaimana kehidupan setelah pernikahan? 

pernikahan menurutku seperti berada didalam kotak pandora dimana aku tidak bisa kembali ke masa lalu tapi juga tidak bisa melihat masa depan, lalu pertanyaan yang paling mendasar apa aku bahagia dengan pernikahan ini? entah.. karena terkadang masa lalu tiba tiba muncul didalam perasaan, ingin kembali seperti dulu jatuh cinta, mencintai patah hati atau hanya sekedar perasaan ingin mengulang kebahagiaan dengan orang yang tidak seharusnya. namun, apa aku juga akan bahagian jika melepas pernikahan ini? 

karena itu aku tidak pernah tau apa aku bahagia dengan pernikahan ini atau sebaliknya tapi ada satu hal yang aku pahami setelah menjalani pernikahan ini adalah, jangan pernah menikah sebelum hatimu benar benar siap meninggalkan masa lalu..

pernikahan adalah ketika kita saling mencintai lalu membenci tetapi masih ada kesempatan untuk kembali saling mencintai..



Entah apa yang ada didalam pikirannya saat itu, tiba-tiba dia mengatakan bahwa jika suatu saat nanti dia jatuh hati padaku, apakah aku bersedia untuk menikah dengannya?
andaikan dia tau bagaimana perasaanku saat itu, aku bahkan sejenak berhenti bernafas ketika membaca kalimat itu, betapa bahagianya aku meski itu hanya seandainya, betapa indah sekali kalimat itu.. andaikan dia tau, pada saat itu pun aku langsung bisa memberikan jawaban atas apa yang ia tanyakan...
Tapi sayangnya, setelah itu dia mengatakan bahwa aku harus melupakan perasaanku padanya, andaikan saat ini saja dia mengatakan bahwa aku harus menunggunya, maka aku pasti akan menunggunya.. aku sudah menunggunya selama 8 bulan, 4 tahun atau 8 tahun lagi tidak menjadi masalah bagiku.. andaikan dia tau betapa seriusnya perasaan yang aku miliki padanya, bahwa cintaku bukanlah sebuah kebohongan...
Ibu, jika memang dia bahagia bersama orang lain, aku hanya bisa mendo'akannya.. semoga suatu saat nanti ketika rasa ini tidak bisa lagi aku tahan untuknya, ada seseorang yang datang padaku, yang membuat hatiku berdetak dua kali lebih cepat saat seperti aku menatapnya dengannya, yang membuatku merasakan perasaan setiap kali aku melihatnya, yang membuatku belajar untuk ikhlas saat seperti aku mengikhlaskan bintangku menjadi milik orang lain dan yang mencintaiku sepenuh hati seperti aku mencintai bintangku saat ini...


Kamu orang yang sangat berharga untukku


9 april 2015
Tepat untuk yang kedua kalinya aku bertemu dengannya lagi, aku tidak pernah menyangka bahwa Allah masih mengizinkan aku untuk bertemu dengannya, sejujurnya ada rasa malu dihatiku atas apa yang terjadi sebelumnya. Tapi perasaan rindu untuk melihat, menatap dan berbicara padanya membuatku memutuskan untuk tetap menemuinya. Aku berharap aku tidak merasakaan perasaan lagi setiap aku melihatnya, tapi apa yang terjadi? Bahkan pertemuan yang sangat singkat telah mengobrak abrik kepingan hatiku yang selama ini sudah aku tata kembali, aku masih bisa merasakan kegugupanku saat berhadapan dengannya, jantungku berdetak dua kali lebih cepat dan tanganku terasa dingin. Aku sangat gugup saat itu, tapi seorang teman selalu mengingatkanku untuk tidak membawa perasaan apapun setelah aku bertemu dengannya.
Karena itupun aku memutuskan untuk tidak berlama-lama menatap dirinya, meski ada beberapa hal yang sangat ingin aku tanyakan padanya. Apakah dia baik-baik saja, apakah dia makan dengan baik, dan apakah dia bahagia? Tapi apa yang aku lakukan? Aku bahkan tidak sempat untuk menanyakan kabarnya..yaah, aku masih mengetahui jelas bagaimana perasaanku padanya dan malam itu, mungkin menjadi kado terindah di usiaku yang ke 22 tahun ini, aku sangat bersyukur untuk setiap detik saat bersamanya. Meski selalu ada perasaan untuk berharap bahwa dia akan melihatku, bahwa dia akan memiliki perasaan yang sama dan bahwa dia akan mencintaiku meski hanya sehari atau bahkan satu jam saja aku ingin merasakannya sekali saja seperti apa perasaanku saat itu, dan sekecil apapun harapannya aku ingin menggantungkan seluruh hidupku pada harapan itu. Tapi aku sadar, semakin aku berharap, semakin aku mengandai-andai maka akan membuat hidupku maupun hidupnya akan menjadi lebih sulit, aku tidak ingin membuat dia terbebani atas perasaanku, aku tidak ingin membuatnya merasa terganggu karena aku, aku hanya ingin bintangku bersinar terang dan aku masih bisa melihatnya...
Seorang teman mengatakan padaku, bahwa aku datang terlambat untuknya, tapi bagiku tidak ada cinta yang datang terlambat karena aku percaya akan ada kejutan atas semua yang terjadi entah itu 5 tahun atau 10 tahun nanti, jikapun tidak aku masih akan bahagia atas perasaan yang aku rasakan sekarang, aku akan bersyukur untuk setiap detik yang Allah kasih untuk melihatnya hingga sampai nanti jika aku harus melihatnya hidup bersama orang lain, aku akan tetap berbahagia untuknya, karena percayalah ketika kamu melihat orang yang kamu cintai sepenuh hati bahagia bersama orang lain, maka kamu juga akan berbahagia untuknya dan aku percaya akan hal itu, karena kebahagiaannya sudah cukup untukku dan aku tidak akan meminta hal yang lebih..
Aku sungguh minta maaf, aku minta maaf atas perasaanku padamu. Aku ingin sekali mengucapkan kata maaf padamu secara langsung, tapi aku tidak pernah bisa melakukannya, aku minta maaf untuk semua yang terjadi diantara kita, aku sama sekali tidak ingin membebanimu atas perasaanku, aku juga minta maaf karena aku tidak ingin melupakanmu, aku hanya ingin mengenangmu sebagai hiasan yang Allah kasih untuk hidupku..

Terimakasih Ade irawan untuk kenangan-kenangan indah yang pernah kamu berikan padaku.. takdir kita biarlah Allah yang menentukan, but i’m still here, kapanpun kamu ingin bercerita, aku akan ada disini untuk mendengarmu...


Setiap aku memejamkan mata, terbayang semua kalimat-kalimat yang kamu katakan siang itu padaku, tentang cinta dan kesetiaan, hingga aku terbangun setiap 2 jam sekali dalam tidurku. sepanjang jalan dari stasiun tebet-bogor aku tidak bisa berhenti meneteskan air mata, bukan karena pertemuan atau perpisahan kita, tapi karena aku terlalu bodoh, aku sudah tau sejak awal kalau semua akan seperti ini dan aku justru tidak menghentikannya.
sejak awal aku memutuskan untuk menemuimu, bukan karena aku berharap kamu bisa melihatku, tapi karena aku ingin mengakhiri semuanya, perasaan yang salah dan cinta yang salah. Dan pada akhirnya setelah aku bertemu denganmu aku memutuskan untuk melepas keduanya, orang yang aku cintai ataupun orang yang mencintaiku, aku memilih dan berusaha untuk tidak merasakannya lagi, sekarang ataupun nanti. Mungkin butuh waktu untuk mengerti pembelajaran dari cerita ini, butuh pemahaman bahwa segala sesuatunya sudah direncanakan olehNya hingga aku bisa tersenyum bebas bukan hanya di wajah.
andaikan dari awal aku bisa mengendalikan semua perasaan ini, mungkin aku tidak akan berjalan sejauh ini, tapi dari hatiku yang paling dalam aku sama sekali tidak bermaksud untuk masuk kedalam hubungan kalian dan berada diantara kalian.
Aku akan baik-baik saja, aku tidak selemah yang kamu pikirkan, mungkin butuh beberapa saat untuk menghilangkan sisa-sisa kesedihan yang masih membekas tapi aku yakin aku akan baik-baik saja, dan jika kita ditakdirkan untuk bertemu kembali tetaplah tersenyum dan berbicara padaku sebagai teman bukan orang yang pernah mencintaimu..
Tapi saat ini saja, untuk beberapa detik saja, aku ingin melupakan semua orang dan mengabaikan dunia, aku ingin mengatakan bahwa cintaku adalah nyata bukan sebuah kebohongan hingga aku rela untuk melepas semua ini sekarang juga.
semoga kebahagiaan menyertai disetiap langkahmu, dan sukses untuk hidupmu.. :)


Mah, what should i do?
aku tidak mengerti semua jalan cerita hidup ini, kenapa aku begitu tidak bisa mengendalikan semua perasaan ini padanya? kenapa harus dia? dan kenapa harus aku yang merasakaanya?
aku merasa sebagian dari hidupku pergi bersamanya, aku tidak bisa menanggung semua ini, terasa lelah dan menyakitkan sekali mah terlebih mengingat kenyataan bahwa dia satu-satunya orang yang tidak bisa aku dapatkan?
kenapa kenyataan itu terlalu menyakitkan? ketika dunia melambungkanku setinggi langit, kala itu juga dunia menjatuhkanku dengan keras. dia satu-satunya orang yang aku cintai saat ini, tapi dia juga satu-satunya orang yang tidak bisa aku dapatkan.
biarkan aku menangis malam ini mah, untuk yang pertama dan terakhir kalinya karena dia. aku janji besok aku akan kembali seperti sedia kala, tersenyum dan tertawa seperti sebelum aku mengenal dia.
aku akan melupakan semuanya, perkenalanku dengannya, cerita-cerita nya dan perasaanku padanya. aku akan mengubur semuanya dihatiku yang paling dalam hingga waktu yang akan menghilangkan semuanya tentang aku dan dia.
Jaga dia ya Allah, berikan kebahagiaan disetiap langkahnya dan desetiap nafas yang ia hembuskan.
Terimakasih dan Maaf, terimakasih telah hadir sejenak dalam hidupku dan menjadi moodbooster untuk ku maaf karena aku telah menaruh rasa yang tidak seharusnya padamu, maafkan aku moodbooster. selamat tinggal :)


Malam ini 30 Agustus 2014 inilah pertama kalinya aku mengenal dia, seseorang yang membuatku tertawa dan tersenyum tanpa sebab sekaligus membuatku merasa takut. inilah kali pertama aku merasakan hal seperti ini bahkan sebelum aku bertemu dengannya.
Mah, maafkan aku jika aku menaruh rasa padanya, pada seseorang yang bukan menjadi hak ku. pada seseorang yang sudah menetapkan hatinya bukan untukku dan pada seseorang yang bahkan tidak mungkin aku dapatkan.
Mah, aku masih menggantungkan harap padanya, harapan suatu masa kita dapat bertemu di waktu yang tepat, di keadaan yang tepat dan dihati yang tepat, ketika ia mengharapkan aku untuk memiliki cintanya dan ketika dia bisa menerima cintaku padanya.
tapi untuk saat ini yang terpenting adalah kebahagiaannya mah, aku tidak menginginkan apa-apa kecuali kebahagiaannya, yang akan aku lakukan saat hanyalah menjadi temannya dan pembaca setia dari tulisan-tulisannya biarkan semuanya menjadi kenangan yang ku sembunyikan didalam hatiku.

Dear my moodbooster
terimakasih untuk hadir sejenak dalam hidupku, telah memberiku kebahagiaan dan senyuman meski hanya sesaat. kau tau? kalimatmu lah yang pertama kali berhasil membuatku untuk melihatmu dan mengenalmu lebih jauh. aku akan selalu menjadi pembaca setia dari kalimatmu, kalimat yang berasal dari hatimu, aku akan selalu membacanya. setelah aku membaca catatan2 itu, sekilas aku mulai mengenalmu, kau yang paham sekali tentang arah jalan sedangkan aku yang buta sekali dengan arah.
hai moodbooster izinkan aku untuk mengenalmu lebih dalam dari tulisanmu, biarkan aku untuk terus membacanya karena hanya dengan cara ini aku bisa mengutarakan rasaku padamu. moodbooster aku ingin sekali melihatmu di pementasan teater untuk yang pertama dan terakhir kalinya agar aku bisa mengenangmu dalam kebahagiaan dan saat itu, aku rela untuk melepasmu dan membiarkanmu bahagia dengan orang lain. 
ini kali pertamanya aku menyukai seseorang yang bahkan belum sempat bertemu dengannya, ini pertama kalinya hatiku merasa sedih dan bahagia karena seseorang yang baru aku kenal dalam satu hari. mungkin ini jalan Allah untuk membuatku lebih mengerti arti mencintai dan mengendalikan rasa itu. terimakasih moodbooster :)

Untuk seseorang yang mencintaiku,
Maafkan aku. maafkan aku karena sampai sekarang aku belum bisa membalas rasa yang kau berikan padaku selama ini, maafkan aku yang justru menyukai seseorang yang baru aku kenal dibandingkan kau yang sudah lama mengenalku. sungguh, semua rasa ini diluar kemauanku. Maaf dan terimakasih, hanya kata itu yang bisa aku sampaikan padamu, semoga kau bisa menemukan seseorang yang lebih baik dariku.

Duhai Allah Sang Pemilik Hati, 
Kini kuserahkan kembali semua rasa ini padamu, tak mungkin lagi kuperjuangkan sesuatu yang sudah jadi milik orang lain, bukan hak ku. Kini hanya bisa mendoakan dari jauh. semoga selalu sehat, dimurahkan rezeki dan diberikan kebahagiaan. setidaknya sudah pernah mengenalnya sudah lebih dari cukup. Temani hatiku dengan keikhlasan ya Allah.. jika berjodoh dia kan kembali. jika tidak biarlah jadi kenangan indah dan pembelajaran dalam hidup ini.