twitter


Setiap aku memejamkan mata, terbayang semua kalimat-kalimat yang kamu katakan siang itu padaku, tentang cinta dan kesetiaan, hingga aku terbangun setiap 2 jam sekali dalam tidurku. sepanjang jalan dari stasiun tebet-bogor aku tidak bisa berhenti meneteskan air mata, bukan karena pertemuan atau perpisahan kita, tapi karena aku terlalu bodoh, aku sudah tau sejak awal kalau semua akan seperti ini dan aku justru tidak menghentikannya.
sejak awal aku memutuskan untuk menemuimu, bukan karena aku berharap kamu bisa melihatku, tapi karena aku ingin mengakhiri semuanya, perasaan yang salah dan cinta yang salah. Dan pada akhirnya setelah aku bertemu denganmu aku memutuskan untuk melepas keduanya, orang yang aku cintai ataupun orang yang mencintaiku, aku memilih dan berusaha untuk tidak merasakannya lagi, sekarang ataupun nanti. Mungkin butuh waktu untuk mengerti pembelajaran dari cerita ini, butuh pemahaman bahwa segala sesuatunya sudah direncanakan olehNya hingga aku bisa tersenyum bebas bukan hanya di wajah.
andaikan dari awal aku bisa mengendalikan semua perasaan ini, mungkin aku tidak akan berjalan sejauh ini, tapi dari hatiku yang paling dalam aku sama sekali tidak bermaksud untuk masuk kedalam hubungan kalian dan berada diantara kalian.
Aku akan baik-baik saja, aku tidak selemah yang kamu pikirkan, mungkin butuh beberapa saat untuk menghilangkan sisa-sisa kesedihan yang masih membekas tapi aku yakin aku akan baik-baik saja, dan jika kita ditakdirkan untuk bertemu kembali tetaplah tersenyum dan berbicara padaku sebagai teman bukan orang yang pernah mencintaimu..
Tapi saat ini saja, untuk beberapa detik saja, aku ingin melupakan semua orang dan mengabaikan dunia, aku ingin mengatakan bahwa cintaku adalah nyata bukan sebuah kebohongan hingga aku rela untuk melepas semua ini sekarang juga.
semoga kebahagiaan menyertai disetiap langkahmu, dan sukses untuk hidupmu.. :)

0 komentar:

Posting Komentar