twitter



Entah apa yang ada didalam pikirannya saat itu, tiba-tiba dia mengatakan bahwa jika suatu saat nanti dia jatuh hati padaku, apakah aku bersedia untuk menikah dengannya?
andaikan dia tau bagaimana perasaanku saat itu, aku bahkan sejenak berhenti bernafas ketika membaca kalimat itu, betapa bahagianya aku meski itu hanya seandainya, betapa indah sekali kalimat itu.. andaikan dia tau, pada saat itu pun aku langsung bisa memberikan jawaban atas apa yang ia tanyakan...
Tapi sayangnya, setelah itu dia mengatakan bahwa aku harus melupakan perasaanku padanya, andaikan saat ini saja dia mengatakan bahwa aku harus menunggunya, maka aku pasti akan menunggunya.. aku sudah menunggunya selama 8 bulan, 4 tahun atau 8 tahun lagi tidak menjadi masalah bagiku.. andaikan dia tau betapa seriusnya perasaan yang aku miliki padanya, bahwa cintaku bukanlah sebuah kebohongan...
Ibu, jika memang dia bahagia bersama orang lain, aku hanya bisa mendo'akannya.. semoga suatu saat nanti ketika rasa ini tidak bisa lagi aku tahan untuknya, ada seseorang yang datang padaku, yang membuat hatiku berdetak dua kali lebih cepat saat seperti aku menatapnya dengannya, yang membuatku merasakan perasaan setiap kali aku melihatnya, yang membuatku belajar untuk ikhlas saat seperti aku mengikhlaskan bintangku menjadi milik orang lain dan yang mencintaiku sepenuh hati seperti aku mencintai bintangku saat ini...


Kamu orang yang sangat berharga untukku


9 april 2015
Tepat untuk yang kedua kalinya aku bertemu dengannya lagi, aku tidak pernah menyangka bahwa Allah masih mengizinkan aku untuk bertemu dengannya, sejujurnya ada rasa malu dihatiku atas apa yang terjadi sebelumnya. Tapi perasaan rindu untuk melihat, menatap dan berbicara padanya membuatku memutuskan untuk tetap menemuinya. Aku berharap aku tidak merasakaan perasaan lagi setiap aku melihatnya, tapi apa yang terjadi? Bahkan pertemuan yang sangat singkat telah mengobrak abrik kepingan hatiku yang selama ini sudah aku tata kembali, aku masih bisa merasakan kegugupanku saat berhadapan dengannya, jantungku berdetak dua kali lebih cepat dan tanganku terasa dingin. Aku sangat gugup saat itu, tapi seorang teman selalu mengingatkanku untuk tidak membawa perasaan apapun setelah aku bertemu dengannya.
Karena itupun aku memutuskan untuk tidak berlama-lama menatap dirinya, meski ada beberapa hal yang sangat ingin aku tanyakan padanya. Apakah dia baik-baik saja, apakah dia makan dengan baik, dan apakah dia bahagia? Tapi apa yang aku lakukan? Aku bahkan tidak sempat untuk menanyakan kabarnya..yaah, aku masih mengetahui jelas bagaimana perasaanku padanya dan malam itu, mungkin menjadi kado terindah di usiaku yang ke 22 tahun ini, aku sangat bersyukur untuk setiap detik saat bersamanya. Meski selalu ada perasaan untuk berharap bahwa dia akan melihatku, bahwa dia akan memiliki perasaan yang sama dan bahwa dia akan mencintaiku meski hanya sehari atau bahkan satu jam saja aku ingin merasakannya sekali saja seperti apa perasaanku saat itu, dan sekecil apapun harapannya aku ingin menggantungkan seluruh hidupku pada harapan itu. Tapi aku sadar, semakin aku berharap, semakin aku mengandai-andai maka akan membuat hidupku maupun hidupnya akan menjadi lebih sulit, aku tidak ingin membuat dia terbebani atas perasaanku, aku tidak ingin membuatnya merasa terganggu karena aku, aku hanya ingin bintangku bersinar terang dan aku masih bisa melihatnya...
Seorang teman mengatakan padaku, bahwa aku datang terlambat untuknya, tapi bagiku tidak ada cinta yang datang terlambat karena aku percaya akan ada kejutan atas semua yang terjadi entah itu 5 tahun atau 10 tahun nanti, jikapun tidak aku masih akan bahagia atas perasaan yang aku rasakan sekarang, aku akan bersyukur untuk setiap detik yang Allah kasih untuk melihatnya hingga sampai nanti jika aku harus melihatnya hidup bersama orang lain, aku akan tetap berbahagia untuknya, karena percayalah ketika kamu melihat orang yang kamu cintai sepenuh hati bahagia bersama orang lain, maka kamu juga akan berbahagia untuknya dan aku percaya akan hal itu, karena kebahagiaannya sudah cukup untukku dan aku tidak akan meminta hal yang lebih..
Aku sungguh minta maaf, aku minta maaf atas perasaanku padamu. Aku ingin sekali mengucapkan kata maaf padamu secara langsung, tapi aku tidak pernah bisa melakukannya, aku minta maaf untuk semua yang terjadi diantara kita, aku sama sekali tidak ingin membebanimu atas perasaanku, aku juga minta maaf karena aku tidak ingin melupakanmu, aku hanya ingin mengenangmu sebagai hiasan yang Allah kasih untuk hidupku..

Terimakasih Ade irawan untuk kenangan-kenangan indah yang pernah kamu berikan padaku.. takdir kita biarlah Allah yang menentukan, but i’m still here, kapanpun kamu ingin bercerita, aku akan ada disini untuk mendengarmu...