twitter


Ibu, suatu hari ada seorang laki-laki memasuki hidupku, dengan menggunakan semua perbendaharaan kata yang aku miliki, kulukai perasaanya. Dengan menggunakan segenap tenagaku, kudorong laki-laki itu agar menjauh dariku. Tapi, dia kembali lagi ke dalam hidupku. Dia sangat mirip denganku, sering aku merasa, melihatnya bagaikan melihat diriku sendiri. Luka yang ada padanya, jugalah luka yang pernah kurasakan.Air mata yang memenuhi rongga mataku, juga mengalir didalam rongga hati laki-laki itu. Aku yang telah melukainya dan membuatnya berlinang air mata. Tidak seharusnya aku bertemu dengan laki-laki ini. Tidak seharusnya aku membiarkan laki-laki ini menjadi bagian dari hidupku. Aku menyesal sekali ibu, seumur hidupku, inilah kali pertama aku merasa menyesal.


Setelah sekian lama rasa itu aku kubur dalam-dalam dihatiku, setelah sekian lama aku memutuskan untuk menutup hatiku, ternyata pertemuan yang hanya 3 jam meruntuhkan pertahanan yang aku bangun selama 3 minggu terakhir. Yah, do’a yang aku panjatkan setiap kali selesai sholat Allah telah mewujudkannya untukku, Allah telah menitipkan perasaan terhadapmu kepadaku lagi seperti apa yang aku pinta padaNya. Mungkin selama ini, aku terlihat seperti mempermainkan perasaanmu, oleh karena itu aku selalu memohon kepadanya untuk dapat membukakan hatiku lagi untukmu, dan semua itu telah terjawab sekarang.
Namun, keadaan menuntutku untuk menyembunyikan perasaan ini lagi, beban, tuntutan dan harapan membuatku tidak bisa mencintaimu secara sempurna. Aku tau, kamu seorang yang menginginkan cinta yang seutuhnya dan aku tidak bisa memberikan semua itu. Aku tidak bisa menjanjikan apa-apa untukmu, ada beberapa hal yang harus aku selesaikan dalam beberapa tahun kedepan dan mungkin membutuhkan waktu yang cukup lama sampai aku bersedia untuk menerimamu menjadi ayah dari anak-anakku dan tentu saja semua itu menjadi suatu hal yang berat untukmu.
Aku tidak pernah menyesal dengan perasaan yang Allah titipkan kepadaku saat ini, karena memang ini yang aku minta meski pada akhirnya rasa ini membuatku terasa sakit tapi aku bersyukur karena masih diberi kesempatan untuk bisa merasakannya lagi.

Untuk saat ini saja, untuk detik ini saja, aku ingin melupakan semua orang, mengabaikan dunia dan latar belakangku, tanpa beban, tuntutan dan harapan aku ingin mengatakan bahwa “ aku mencintaimu”.