twitter



Hiu, dia seperti hiu yang menawan dengan berbagai atraksi yang ia perlihatkan. saat itu, pertama kali aku melihatnya, aku merasa telah mengenalnya sejak lama meski aku baru melihatnya. Dia berbeda, aku seperti melihat cerminan diriku padanya, matanya yang sendu, seakan menunjukan ada kesedihan yang mendalam disana, saat dia tersenyum menunjukan terdapat lubang besar dihatinya seperti luka yang pernah aku rasakan. Aku tidak pernah berharap pertemuanku dengannya akan berlanjut, aku hanya menganggap pertemuanku dengannya hanyalah sebuah kebetulan, tapi Tuhan berkata lain. Tuhan mempertemukanku dengannya lagi dalam sebuah acara, dan ketika itu aku mendengarnya mensenandungkan sebuah lagu. “Indah” itu kata-kata pertama yang aku ucapkan ketika mendengar lagu itu, entah kenapa aku merasakan sesuatu yang berbeda, benarkah aku menyukainya? Aku menyukainya ketika pertama kali aku melihatnya, aku menyukai caranya melihatku, aku menyukai caranya tersenyum dan berbicara kepadaku seolah membuatku menjadi seorang gadis yang paling berarti dimatanya. “Yah, aku menyukai segala apa yang ada didalam dirinya, dia orang pertama yang membuat jantungku berdetak dua kali lebih cepat ketika aku melihatnya, dia orang pertama yang membuatku tersenyum ketika kesedihan menerpa hatiku, tapi dia satu-satunya orang yang tidak pernah bisa aku dapatkan dalam hidupku. Suatu ketika, aku mengundangnya di sebuah acara sebagai tamu undangan, entah kegilaan apa yang aku lakukan saat itu, dengan segala cara aku berusaha mendekatinya, bahkan jika itu sedikit menepis harga diriku. Mungkin saat itu aku telah kehilangan akal sehatku karenanya, karena aku mencintainya.
Dalam acara tersebut dia memperagakan sebuah sulap. Yah, selain jago bernyanyi, dia juga jago bermain sulap dan bigbox, ketika dia sedang mempersiapkan sulapnya, aku berusaha mendekatinya dan mencoba untuk berbicara padanya, saat itu aku menuliskan inisial huruf “Y dan D” inisial huruf itu menunjukan namaku dan namanya “Yola dan Dani”.
“Akan bagus kalau dikertas ini aku menuliskan huruf Y dan D, bagamana menurutmu Dan?” aku bertanya padanya sambil melihatnya mempersiapkan pertunjukan.
“Tidak juga, aku lebih suka jika disini tertulis huruf “H dan D” jawabnya singkat. Saat itu aku mulai mengerti, usahaku selama ini untuk mendekatinya, caraku untuk mendapatkan cintanya tidak pernah bisa menggantikan seseorang yang ada didalam hatinya. Dia mencintai orang lain dan dia sangat mencintai gadis itu, hingga dia rela melepaskan gadis itu ke genggaman laki-laki lain, tapi dia masih menyimpan nama gadis itu selama dia masih bernafas dan aku, aku hanyalah seseorang yang mencoba untuk masuk ke dalam hatinya tanpa tahu hatinya telah menjadi milik orang lain. Dunia nya dan dunia ku sungguh berbeda, bagaimanapun caranya aku tidak pernah bisa masuk dalam dunianya, dan dia tidak pernah bisa masuk dalam duniaku. Suatu ketika, aku tidak bisa menahan perasaanku padanya, aku selalu memaksa bahwa dia bisa mencintaiku.
“Walaupun aku tidak sanggup untuk menceritakannya padamu, tetapi aku telah jatuh cinta padamu sejak pertama kali aku melihatmu, meski aku tau kehadiranmu dalam hidupku hanya membuatku dalam kesedihan, tetapi aku mencintaimu” aku mengatakan hal ini padanya.
“Maaf jika selama ini aku bersalah padamu dalam hal sikap maupun tindakan, yang ingin aku lakukan saat ini hanya berusaha memperbaiki diri, kuliah, kerja dan membahagiakan orang tua, untuk masalah cinta, aku tidak ingin memikirkannya dulu “ jawabnya padaku.

Sejak saat itu aku menyadari, aku tidak bisa memaksa seseorang untuk mencintaiku, ketika aku benar-benar mencintai seseorang, dari lubuk hati yang paling dalam, aku akan mendo’akan dia bahagia meski bukan denganku, meski entah sampai kapan aku bisa menatapnya tanpa merasakan perasaan setiap kali aku melihatnya dan sekarang aku seperti sebuah mermaid yang mencintai hiu yang hanya bisa tinggal didekatnya dengan kesedihan karena aku mencintainya. 

0 komentar:

Posting Komentar